Perkuat Petahanan Informasi

Wikileaks? Siapa sih hari gini yang gak tau soal website itu? Wah-wah, kelewatan sampai gak tau, berarti jarang nonton TV sama baca berita di koran atau internet ya? Hehe, sedikit sharing saja. Sebenarnya saya juga kurang begitu paham bagaimana Wikileaks ini bekerja. Website tersebut mampu membocorkan beberapa rahasia negara-negara tertentu kepada publik berupa dokumen-dokumen rahasia dan penting. Bahkan membuat geram para pers dunia akan tingkahnya, wikileaks pun tak jarang menyebarkan berita tak benar. Kredibilitasnya masih 50-50. Itu menurut saya. Karena di beberapa negara dokumen itu valid, tapi di negara lain hanyalah sebuah bentuk kebohongan yang diciptakan.

Kali ini, Indonesia lah yang mendapat kejutan. Wikileaks menyebutkan sebuah dokumen tentang presiden kita dan diliput oleh media cetak Australia beranama The Age. Media itu mengungkapkan dalam artikelnya yaitu “Yudhoyono Abused Power”. Kemudian banyak pakar negara kita termasuk media massa juga memberikan argumen dan pernyataannya untuk menyanggah pemberitaan dari The Age. Bahkan Presiden kita sendiri pun melakukan Jumpa Pers untuk mengklarifikasi akan pemberitaan The Age tersebut.

Bagaimana dengan masyarakat? Dengan saya sendiri menanggapinya? Pemberitaan Wikileaks termasuk sensitif dan melangkahi. Itu pendapat saya. Karena apa yang menjadi rahasia negara merupakan hak negara untuk melindunginya. Apa yang dirasa sangat penting untuk dijaga tentu tidak baik diberitakan kepada publik. Karena dapat terjadi chaos dalam pemerintahan itu sendiri. Ini berbahaya. Karena tatanan pemerintahan yang rusak karena bocornya sebuah informasi dapat membuat kestabilan negara ini menjadi mundur teratur. Dampak krisis akan meluas perlahan dan negara bisa menuju kehancuran. Rahasia negara tentu bukan sebuah kebobrokan bangsa. Itu adalah hal yang dijaga berupa mekanisme negara ini berjalan. Karena kita sendiri sudah memiliki banyak pngawasan negara dari dalam negeri sendiri. Seperti LSM bahkan KPK dibidang korupsi. Masihkah butuh media asing untuk melakukan kontrol?

Perlunya memperkuat pertahanan informasi. Ini jelas. Apalagi intelejen asing di Indonesia juga tidak sedikit jumlahnya. Penting karena menyangkut hubungan diplomatik antar negara-negara yang ada. Apalagi Indonesia berdiplomatik tidak hanya dengan Amerika. Namun dengan Cinda dan Korea Utara. Sehingga ada batasan bagi bangsa lain untuk mengetahui sejauh mana diplomatik itu terbentuk. Layaknya masyarakat awam, saya pun tak mengijinkan hubungan dengan seseorang diganggu atau diusik dengan orang lain. Itu hak privasi. Selama tidak melanggar moralitas dan kode etik itu adalah hal yang sah. Presiden sendiri mengatakan pemberitaan Wikileaks adalah omong kosong. Sehingga para pakar berasumsi ini merupakan strategi politik dan ekonomi yang akan menyerang Indonesia. Yah, mengharapkan pemerintahan kita kuat itu juga penting. Pemerintah merupakan wakilan dari rakyat untuk menjalankan sendi-sendi negara agar negara ini bisa maju terus dan mengatasi segala problemnya. Sehingga saya setuju dengan para pakar jika pemberitaan Wikileaks kurang proposional, jujur, valid, karena melangkahi dan menyebarkan isu yang kebenarannya masih mengambang, cenderung sensasional kurang informatif kurang lengkap. Semoga kita dapat mengambil pelajaran.

7 Responses to Perkuat Petahanan Informasi
  1. Mantab gan analisanya :D

  2. Agus Siswoyo says:

    Mas Hanif pernah lihat tayangan video The Arrival? Dalam film dokumenter tersebut dijelaskan bahwa perang informasi tak lain adalah upaya mencuci otak manusia untuk tujuan terselubung. Waspadalah! :)

  3. Memang sih WikiLeaks bisa disebut memiliki tujuan yang kurang ‘proporsional’ namun kalau dilihat dari berbagai sisi dan juga persepsi orang yang mungkin tiap individu pastinya berbeda kita juga tidak bisa menelan berita itu mentah – mentah sebuah kebohongan. Jadi pada intinya sebaiknya janganlah kita mengambil sebuah informasi itu secara mentah – mentah dan percaya begitu saja atas apa yang dikatakan oleh orang lain.

    Indonesia President Abused Power? Who Knows? Only between him and his god who know :)

    • KamarAdmin says:

      memang benar “between and his god who know” tapi sebagai masyarakat kita juga pengontrol para pemerintah, penyelewengan tentu tidak dapat dibiarkan, tetapi jika itu benar penyelewengan, jika tidak, ya sebuah isu perlu dinilai lebih dalam.

  4. masyhury says:

    Saya sebenernya gak tahu loh soal wikileaks..
    gara-gara kasus ini baru paham.. :D

  5. bro eser says:

    Yang menjadi tanda tanya kenapa hingga dokumen rahasia milik negara kita bisa tembus ke orang luar…
    Kalau sudah tembus ke dunia luar, jangankan wikileaks facebookpun bisa ikut jadi bumerang buat negara kita jika ada orang membocorkan rahasia negara disitus jejaring sosial…

  6. rizal says:

    saya dengar juga berita itu, tapi kok wikileak itu dapat data dari mana ya??

    menurtu saya pemerintah kita jangan terlalu ambik ousing dengan maslah yang demikian apalagi sampai melupakan tugas utama demi mengurus yang tidak jelas itu…