Twitter memang salah satu hal asyik setelah facebook bagiku. Ya, sampai harus mengelola dua akun sekaligus. Ada pelajaran dan fakta menarik soal ekonomi Indonesia. Karena saya juga mengikuti akun Pak Yoswohady dimana beliau adalah salah satu tim Markplus.Inc dan murid dari Hermawan Kartajaya, tentu tidak diragukan lagi soal ilmu marketing yang dimiliki beliau. Saya juga sudah membaca buku tentang CROWD karya beliau soal majunya teknologi abad 21 ini yang membawa Indonesia ke arah perubahan yang lebih global. Efeknya? Ya, meningkatnya konsumen tingkat menengah Indonesia yang luar biasa besar.
Faktanya sebagai berikut, ini yang dipaparkan beliau dalam akun twitternya,
- konsumsi kita 70% menyumbang perekonomian Indonesia.
- Pertumbuhan rata – rata 2,5% setiap tahunnya, sejak tahun 2000 memunculkan warga kelas menengah baru
- Menurut Bank Dunia 56,5% populasi Indonesia atau 134 juta orang masuk kategori kelas menegah. Pasar yg luar biasa besar
- Kelas menengah adalah mereka yang membelanjakan uangnya $2 (Rp18.000,-) sampai $20 (Rp180.000,-) perhari
- Sejak 2003 penambahan kelas menengah di indonesia mncapai 45 juta orang. LUAR BIASA
- Dari 134 juta warga kelas menengah Indonesia, 14 juta orang masuk kategori pengeluaran $6-20 perhari. The HOTTEST market!
- Menurut Nielsen di Indonesia terdapat 29 juta warga kelas menengah PREMIUM denga pendapatan perkapita $3000 (Rp 27 juta) pertahun
- Kelas menengah memiliki values dan buying behavior yang berbeda dari segmen bawah dan atas. Marketer harus cerdas mengungkapnya
- Belanja pakaian dan alas kaki kelas menengah Indonesia luar biasa besar Rp 113,4 triliun (2010)
- Belanja barang rumah tangga kelas menengah Indonesia LUAR BIASA BESAR senilai Rp194 triliun (2010)
- Biaya transportasi kelas menengah Indonesia lebih DAHSYAT lagi senilai Rp 239 triliun (2010). Mereka adalah “mobile gen”
- Kelas menengah adalah DRIVER dibalik BOOM industri otomotif yang tahun ini mencapai 880rb untuk roda empat
- Kelas menengah juga memicu era KEEMASAN industri otomotif roda dua yang tahun ini mencapai rekor 8 juta unit
- Kelas menengah juga memicu “smartphone revolution” di Indonesia yang kini berjumlah 4 juta, akan naik menjadi 16 juta tahun 2014
- Kelas menengah juga menjadi BIANG meluapnya penumpang di bandara Soekarno Hatta yang mencapai 41 juta, jauh dari kapasitas yang hanya 18 juta
Untuk bisa mengetahui lebih jelasnya, anda bisa membaca di timeline beliau di @yuswohady.
Nah, dari fakta data yang diperoleh, tentu saya pun akan menaksirkan bahwa anda, orang yang membaca tulisan saya, merupakan orang golongan menengah. Dimana setiap waktu anda bisa mengakses internet dengan biaya lebih dari Rp 5.000 perhari belum ditambah biaya makan dan transportasi, benar adanya jika golongan menengah ini akan semakin banyak jumlahnya. Tentu bagaimana dengan sikap anda? Apakah ingin ikut bergabung dalam era golongan menengah dengan pendapatan yang cukup untuk kehidupan, atau santai saja menunggu waktu menggilas? Karena jika kita sebagai golongan menengah diam saja, bukan berarti luput dari gusuran globalisasi.
Golongan menengah inilah yang sebenarnya rentan terhadap arus krisis ekonomi nantinya. Golongan bawah? Itu sudah jelas jadi tanggungan pemerintah. Kita tanggungan siapa? Siapa lagi kalau bukan golongan atas. Yang punya perusahaan dan pabrik. Kita bergantung pada mereka. Dimana gaji yang besar pun karena pertumbuhan perusahaan yang semakin baik. Dan sebaliknya pun berlaku, jika perusahaan mengalami kebangkrutan, kitalah, golongan menengah yang akan mengalami dampaknya secara langsung.
Bencana yang diramalkan belum berakhir loh. Pakar ekonomi pengamat yang banyak bicara di televisi mengatakan, gejolak krisis eropa berakibat juga di Indonesia. Sektor menengah jadi sasaran. Saat China yang bertolak mengekspor barang ke Amerika dan eropa beralih ke pasar Indonesia. Alhasil kita sendiripun harus berjuang bertahan dan melawan bombardir segala macam barang impor yang terkenal murah itu. Belum lagi berjuang dengan banyaknya warga asing yang terus berupaya mencari suaka dan hidup di Indonesia. Semakin hari semakin mudah hidup di Indonesia. Sehingga kita pun akan berjuang dalam bertahan di negeri sendiri.
Saya harap artikel ini tidak dipandang sebelah mata sebagai sesuatu yang sensasional. Karena globalisasi dan AFTA sudah di depan mata, sehingga persiapan diri kita pun harus semakin nyata. Mari, rekan blogger, kita songsong masa depan yang lebih global.



Terbuai, barangkali itu kondisi yang dialami oleh banyak orang.
Jeli akan datangnya perubahan, bersiap dengan investasi atau asuransi barangkali bisa jadi awal yang baik. Barangkali ya.. saya juga gak begitu ngeh sama urusan pergolakan ekonomi ini. Tapi dari dulu pengen nyobain asuransi :p
iya, mungkin investasi dan asuransi jadi pilihan yang tepat saat ini.
Hemm…
Saya golongan menengah ya? Hehe… memang golongan menengah sangat “rentan” dan harus selalu siap menghadapi perubahan kalo nanti nggak mau “jatuh” tersungkur ke golongan “bawah” bahkan labih hancur lagi
hehehe, iya pak, jangan sampai, harus terus berusaha agar bisa naik ke tingkat atas.
Waahh klo aku seh golongan menengah yang dibiayai pemerintah.. hehehe
Ngeri ya gan ternyata efek dari krisis ekonomi global, bisa-bisa kita sebagai rakyat di gusur dari NKRI oleh para investor jika tidak bisa mempertahankanya.
Saya juga termasuk golongan menengah dong.
Terimakasih infonya mas.
biar ga kena gusur harus pindah ke golongan atas dong hehe
hahaha, ya, golongan atas seperti pengusaha sukses sih bisa aja, tapi musti ada gebrakan hebat dalam diri kita.
Ayo ayo cepat bergerakkkk belanda sudah dekat…
#nggak gerak siap siap kena tabok…
Tingkat konsumtif orang Indonesia juga tidak luput dari siaran2 televisi yang banyak sekali mengangkat tema hedonisme. Ditambah lagi gaya hidup yang jika memiliki smartphone akan memiliki prestise yang lebih. Tentu jika memiliki smartphone saja tanpa berlangganan paket internet sama saja bohong bukan? menambah pengeluaran lagi. Jika kita larut pada pola pemborosan yang berangsur2 berkembang ke pemborosan yang lain. Kapan kita nabungnya?
Dunia luar sudah melirik tingkat konsumtif yang tinggi dari bangsa ini. Jangan sampai kita terlena dan tidak membuat tameng untuk diri sendiri.
Sisi positif mulai menjamur entreprenuer2 muda sukses yang bahkan bergeser ke golongan atas perekeonomian kita. Itu tidak luput dari peran mereka menjadi motivator2 teman2nya untuk jangan terlena dan segera menjadi entrepreneur agar dpat bersaing di era globalisasi ini..
benar, sebisa mungkin bagi kita yang paham akan dunia internet, sesegera mungkin untuk membuat penghasilan tidak hanya dari offline saja, tapi juga dari online. agar hal berbagi di dunia internet juga bisa ditambah dengan penghasilannya. jadi tidak konsumtif terus.
gan…tidak bisa dipungkiri kalau barang import itu jauh lebih murah, entah kenapa, tapi dimana ada barang murah, itu akan jadi serbuan bagi masyarakat kita…
seperti saya ini…
iya, saya juga gan, tapi mulai pakai barang2 indonesia sendiri tapi tetep yang murah2.
Perkembangan sebesar itu ya? Artinya ada penampakan bagi kita untuk selangkah lebih maju?
tentu lebih maju pak, maka dari itu kita negara yang akan siap jika manusianya siap terutama golongan menengah untuk bisa menangkap peluang emas ini.
haha.. saya jg termasuk golongan menengah kebawah,, XD
saya masih golongan menengah,, semoga aja berubah jadi golongan atas. tapiiiii yang bertanggung jawab..
Saya masuk kasta Sudra, Mas. Hehehehe….
haha, duh, itu kasta untuk orang apa ya? (gak hapal kasta)
Ternganga membaca fakta-fakta di atas. Golongan menengah ternyata menjanjikan sekaligus rentan. Berarti ga ada pilihan lain selain sesegera mungkin naik ke golongan atas.
Mungkin begitu…
iya seperti itulah mas darin, saya juga kaget pakar ekonomi yang kerjaannya neliti ekonomi indonesia mengeluarkan fakta begitu. padahal mereka sendiri juga masih golongan menengah. hehe.
wah, iya, berarti sy juga mash kelas menengah..
ayo siapkan fisik dan mental menyambut persaingan pasar yg bener2 global!!
semangat buat UKM! (lhhooo?)\
:p
info yang meanrk nie mas…saya jadi tahu
Sementara batasan golongannya sendiri belom dipertegas gan. Yang mana golongan menengah, atas, atau bawah.
golongan menengah jelas gan,
golongan bawah tentu pendapatannya perhari kurang dari Rp 10.000
golongan atas tentu yang mempekerjakan golongan bawah dan menengah. itu sih setahu ane. hehe.
Quote your blog info thanks nice and helpful, greeting and Salm successful blogger
i love ur post, keep share^^
mampir balik ke website kami yaa…
wah kalo aku nech bagian menengah kebawah hehehe