Frelance Writing Tidak Semanis Freelance Lainnya?

Sudah beberapa artikel yang coba saya update, untuk menambah banyaknya artikel di blog ini. Sebenarnya artikel soal penulis lepas online memang sulit untuk di eksplore. Penulis lepas online tidaklah semenarik dan semanis freelance lainnya, seperti desain grafis maupun programmer. Eranya masih sebatas era praktis. Jadi mau tak mau saya sebagai penulis lepas pun mencari beberapa artikel dari luar negeri, tentu secara online untuk terus mendapat inspirasi soal penulis lepas online ini.

Coba lihat, bahkan programmer sendiri lebih banyak populer di universitas yang ada sekarang. Mudah, karena program ada pakemnya. Coba lihat desain grafis yang juga tidak kalah populer dengan programmer yang juga punya pakem yang jelas. Setidaknya di dunia online hanya 2 hal itulah yang masuk di pangsa pasar terbesar Indonesia. Bagaimana saya bisa menyimpulkan hal ini? Mudah, carilah blog manapun yang membahas 2 hal diatas, apalagi yang selalu berkaitan dengan dunia blog, programming wordpress atau desain theme wordpress, hasilnya? Kalau tidak trafficnya melambung, ya komentarnya yang melambung.

PAHIT MANIS, ASAM GARAM DUNIA FREELANCE WRITING

Ya, namanya juga pengalaman, kalau tidak dibagi-bagi tidak jadi sejarah kan? Hehe, berlebihan ya? Hem… ya, pahit manis pasti ada, semua pekerjaan pun begitu. Termasuk menjadi penulis. Apalagi penulis fiksi seperti cerpen dan novel yang pangsa pasarnya mood-moodan tidak tetap tapi kalau bagus, bisa menghasilkan rupiah hingga puluhan juta. Nasib penulis non-fiksi, seperti saya, pangsa pasarnya lebih tragis lagi. Koran sudah tak mampu menerima jasa saya, karena jumlah perusahaan tidak sebanding dengan jumlah pekerjaan menulis.

Belum lagi kualifikasi yang tidak cocok antara penulis dan perusahaan. Sehingga sudah kerja keras pun hasilnya sama saja. Atau bahkan ditolak. Manisnya? Ya sekali tulisan, 350 sampai 2000 karakter bisa menghasilkan jutaan rupiah untuk sekali artikel saja. Itulah asam garam dunia freelance writing. Tidak instan, tidak juga bergaji tetap. Bukan pekerjaan yang cocok bagi anda yang ingin berada di zona nyaman karena setiap hari dihadapi tantangan untuk dapat membuat dapur mengepul.

UANG MENJEMPUT PADA SIAPA YANG BERTAHAN DI AKHIR

Setelah mendengar asam garam dan pahit manis dunia menulis, saya terjun tanpa persiapan. Mati di medan perang? Mungkin ini kehidupan saya yang entah keberapa kali. Jangan tanya kenapa saya masih betah menjadi penulis. Jawabannya simpel. Karena tidak ada pekerjaan lain yang membuat saya nyaman disini. Pepatah yang saya buat diatas (entah pernah dengar darimana) dapat menjawab pertanyaan semua yang selalu bertanya. Benarkah penulis lepas bisa menghasilkan uang?

Jawabannya bisa, seberapa besar? Nah itu yang perlu digaris bawahi. Besar kecilnya uang untuk pekerjaan lepas dikesampingkan dulu. Yang penting adalah seberapa cepat dan banyak kah kita meraih klien kita, yang memakai jasa kita, yang memperjakan kita. Berarti freelance bukan bisnis dong? Bukan, tapi sekelas artis. Hehe, seperti artis, dimana dia mendapat uang kalau ada dia main sinetron atau bintang iklan saja. Kalau tidak ya tidak ada penghasilan.

Sampai di ujung keputusan untuk berhenti, namun saya urungkan niat untuk bertahan sekali lagi. Sembari mencari penghasilan lain di dunia internet. Hasilnya? Selalu ada rezki untuk yang selalu bertahan di akhir perjuangan, dan bukti itu saya dapatkan. Hasilnya berapa? Ayo hitung ya, cuma bisa makan 3x sehari ditambah uang bensin 1 liter. Kecil kan? Tapi selalu ada aja pekerjaan kecil ini untuk dilakukan.

JADI KESIMPULANNYA?

Yups, masih semanis apa yang saya pikirkan, tidak bisa coding tidak bisa gambar belum tentu tidak bisa menulis kan? Asalkan tahu menulis yang bekualitas itu seperti apa, oia, nanti saya coba buatkan ebooknya lagi agar pembahasannya lebih dalam soal dunia penulis lepas ini. Sayangnya kalau di artikel blog terlalu panjang untuk dibahas. Hehe. Jangan menyerah ya, jika anda penulis lepas atau freelance writing, saya mendukung anda. Salam.

19 Responses to Frelance Writing Tidak Semanis Freelance Lainnya?
  1. Saya tunggu ebooknya lagi ttg menulis yg berkualitas ya mas.

    kayaknya saya butuh itu, karna saya termasuk kategori blogger yg gak bisa coding n gak bisa gambar, jadi kayaknya saya butuh bantuan mas Hanif nih.

    hihihiiii.. Thx alot

  2. JhezeR says:

    Di luar sana, freelance writers di web/blog udah lama jd tren, di indonesia aja yg telat, mgkn saatnya skrg semakin berkembang seiring makin bertambahnya netter indo.

  3. giewahyudi says:

    Mungkin beberapa tahun lagi akan berjaya..

  4. Seperti nama blog saya mas, Majuterus. Nggak boleh menyerah. Suatu saat nanti kita pasti akan menuai hasil jerih payah kita.

  5. Ipras says:

    Kalau freelance writing dibanding-bandingkan, mungkin memang rasa manisnya akan berkurang. Jadi percaya saja kalau jadi penulis itu merupakan kegiatan yang paling manis :)

    • Hanif I. Mahaldi says:

      oia, mas, saya gak bisa akses blognya, ada script virus ke detect anti virus saya. jadi selalu problem loading page.

  6. dHaNy says:

    Semuanya masih terbuka bagi yang mau belajar kan mas? saya jg dukung Anda mas…

  7. Kaget says:

    Hmmm,… menarik.
    Soal tulis menulis mending ngga usah difikirin berapa income-nya. tapi yang penting nulis dulu, berapapun bayarannya itu memang sudah pantas diterima. kalau satu tulisan bernilai 100 ribu, buatlah 10, sudah jutaan toh? :D

  8. andank says:

    wah dilema jadi freelance writing. saya tetep dukung mas :D

  9. indobrad says:

    oh mas freelance writer ya? ah sepertinya dunia menarik utk diselami :D

    • Hanif I. Mahaldi says:

      iya, betul sekali, emang saya pengen jadi penulis, tapi belum tembus naskahnya, gak ada salahnya menjajal freelance writer.

  10. Asop says:

    Kata dosen adik saya, kalo cuma mau jadi programmer itu gak usah kuliah juga bisa. Bukunya udah banyak dijual di pasaran. :mrgreen:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>