4 Langkah Menciptakan Artikel Tutorial Tidak Abal-abal

Banyak kegiatan narablog sekarang memposting artikel berupa artikel tutorial. Ya, saking banyaknya tutorial di internet, sangat jarang yang mementingkan asas manfaat pada pembaca. Saya menemukan banyak artikel tutorial tidak serta merta mempunyai intro atau paragraf pendahuluan yang tepat. Atau kadang banyak narablog yang menyusun tutorial tidak interaktif, tidak dicoba dulu bagi dirinya, apa manfaatnya, jadi jika ditelusuri dengan artikel sejenis, terlihat kemiripan dan bahkan tak sedikit yang copy paste.

Disini saya akan menjelaskan pada anda langkah seerhana membuat artikel tutorial terlihat lebih menjiwai, lebih terkesan meyakinkan, daripada sekedar menulis runtut tutorial biasa.

Langkah 1. Buat Tutorial yang pernah dilakukan

Ya, buat artikel yang pernah dilakukan pasti lebih mudah. seperti telah mencoba beberapa plugin wordpress soal social media, atau soal bagaimana tutorial memilih laptop dengan harga murah, atau apapun, jika sebelumnya pernah dilakukan atau try and error sebelum menjadi tulisan sebuah artikel tutorial. Emang harus ya? Ya, karena akan ada tambahan nilai opini dari anda disana. Ada sudut pandang bahwa anda telah melakukan hal tersebut, sehingga pembaca yakin anda tidak sekedar menulis tanpa praktek.

Langkah 2. Buat struktur tulisan yang tepat

Seperti buat dulu pendahuluan, jangan langsung membuat urutan tutorial, itu penting karena pembaca mengerti apa tujuan anda membuat artikel tutorial tersebut. Untuk apa? Apa manfaatnya? Apa janji anda pada pembaca jika mengikuti tutorial itu. Itulah yang penting dalam sebuah artiker tutorial di blog. Jangan lupa untuk membuat urutan langkah itu. Tapi tidak sekedar memakai urutan nomer. Coba juga memakai kata-kata awalan seperti, “langkah 1″ , “langkah pertama” , “step 1″ atau yang lain. Agar tampilan tutorial langkah per langkah lebih meyakinkan.

Langkah 3. Jelaskan dengan gambar dan download materi lengkap jika ada

Ya, gambar pada tutorial bukan hal wajib, tapi tidak adanya gambar pun terasa hambar. Menambahkan gambar, untuk memperjelas isi artikel. Jangan asal gambar walau cuma mewakili artikel, tapi kalau tidak menambah kejelasan isi artikelnya, sama saja. Gambar bukan cuma hiasan. Usahakan untuk itu. Download? Ya, jika tutorial anda terlalu panjang, bahkan lebih dari 1000 kata. Lebih baik buat potongannya di artikel blog, dan sisanya anda buat filenya untuk didownload. Itu bisa membuat blog anda semakin diyakini memiliki tutorial yang tepat.

Langkah 4. Adakan tanya jawab

Blog tidak sekedar buat nangkringnya artikel kan, tapi komunikasi 2 arah antara pembaca dan empunya blog. Banyak blog yang salah dalam hal ini. Mereka doyan mempublish artikel tutorial, tapi ada pembaca tanya soal tutorial tersebut, tidak ada balasan. Bahkan sudah di email ke empunya blog buat lebih spesifik dalam bertanya, juga tidak ditanggapi. Jika hal ini terus dilakukan, lambat laun blog anda akan kehilangan pengunjung yang aktif berkontribusi. Tanya jawab itu merupakan tanggung jawab jika tutorial anda benar-benar terbukti. Kalaupun ada pertanyaan yang tidak bisa dijawab, jangan merasa bersalah, toh tutorial tetap punya kelebihan dan kekurangan

Jika anda sudah membaca secara runtut diatas, saya pastikan anda lebih berhati-hati dalam membuat artikel tutorial. Usahakan jangan copy paste, tapi direwrite (tulis ulang). Lebih baik lagi jika anda sudah praktek dan tidak takut untuk menghadapi pertanyaan tanya jawab yang ada. Semoga artikel ini bermanfaat.

46 Responses to 4 Langkah Menciptakan Artikel Tutorial Tidak Abal-abal
  1. adhani says:

    terkadang melalui tanya jawab berupa respone dari artikel tutorial, kita akan menemukan banyak hal-hal baru yang sifatnya something wrong or something loose di artikel tersebut. Malahan si empu blog sering terbantu berkat adanya si penanya dan itu memang merupakan resiko dari tulisan semacam tutorial.

    poin ketiga kemungkinan akan menjadi perhatian saya ke depan, terima kasih mas atas tulisannya yang sangat menginspiratif

    • Hanif I. Mahaldi says:

      ia, memang begitu, kalau tidak seperti itu jadinya artikel tutorial yang seperti buku-buku soal komputer yg kita beli di toko buk’u.

      iya sama2, semoga bermanfaat ya.

  2. oh gitu. kadang kadang saya membuat tutorial untuk mengajar praktikum di kampus. tapi kayaknya perlu diformat ulang untuk dijadikan posting blog. jadi saya belum kepikiran membuat blog tutorial :)

    • Hanif I. Mahaldi says:

      wah, mas malah langsung praktek juga di kampus. iya, soalnya tata penyajian artikel tutorial itu juga perlu diperhatikan. Soalnya yg membaca butuh pembalajaran yg menyenangkan dari tutorial tersebut.

  3. Semoga blog saya memenuhi 4 langkah di atas:).

    • Hanif I. Mahaldi says:

      sepertinya mas leo sudah memenuhi 4 diatas, sudah cukup malah menurut saya mas, tutorial langkah2nya bisa diikuti dengan mudah. hehe. semangat terus mas buat tutorialnya.

  4. Jun says:

    Tampaknya cara menulis posting tutorialku harus diperbaiki lagi, hehehe

  5. beoding says:

    untuk nomor satu itu keren tuh.. saya biasanya membuat tutorial baseon yang telah saya prakteka n

  6. niee says:

    ya kalau dia gak pernah melakukannya sama aja bohong deh.. emang yg namanya tutorial harus udah pernah kita coba.. yg lain mengikuti :D

    • Hanif I. Mahaldi says:

      iya mbak, gak pernah kita coba sama aja cuma nyampein omongan orang tapi gak dibuktikan kebenarannnya. :D

  7. MENONE says:

    iya sob kebanyakan pembaca bingung saat membaca tutorial…..

    • Hanif I. Mahaldi says:

      saya juga sob, apalagi kalau membaca tutorial ditanya dianya gak ngerti. hehe.

    • Ikhsan says:

      Iya, malah si penulis tutorial tidak merespon pertanyaan yang kita tanyakan… Aku juga perlu belajar dari artikel ini… Thanks

      • Hanif I. Mahaldi says:

        jangan sampai begitu mas, pengunjung juga butuh bimbingan, hehe, masih untung ada yg capek2 nanya, jadi di jawab semaksimal mungkin.

  8. Mas Jamal says:

    Wah kalau saya kebanyakannya malah tulis ulang dengan bahasa sendiri. Intinya sih bahasanya dibuat sesederhana mungkin. Soalnya kalau tutorial aslinya pasti bahasanya dewa, yang sangat kurang dimengerti oleh pemula :D

    • Hanif I. Mahaldi says:

      bener mas, tergantung tutorial tersebut untuk golongan mana, awam atau mahir, kalau mahir mungkin bisa diskip beberapa langkah dasar, tapi tetap harus bisa menjelaskan dengan baik.

  9. satu…
    dua…
    tiga…
    empat…
    tetep belum sanggup nulis tutorial… :D

  10. ibnu ismadi says:

    boz kya na ada tulisan yang kurang enak dibaca deh.. “Disini saya akan menjelaskan pada anda langkah seerhana membuat artikel tutorial terlihat lebih menjiwai, lebih terkesan meyakinkan, daripada sekedar menulis runtut tutorial biasa.”
    betul banget boz.. terkadang ada narablog kya gt.. dah mosting artikel tutor pas ditanya eh malah ngga dijawab..

    • Hanif I. Mahaldi says:

      oia, salah ya tulisannya, makasih mas peringatannya.
      iya, saya sering dulu nerima kayak gitu, tapi ya biarlah, toh banyak yg tidak seperti itu.

  11. ibnu ismadi says:

    kok komen ane ngga masuk yaaa???

    • Hanif I. Mahaldi says:

      maaf mas kalau masih sering masuk pending approval, saya juga sering ngecek setiap hari kalau2 ada yg pending komentarnya, maaf sebelumnya.

  12. crazyhusband says:

    emang bener banget mas.. makanya saya jarang bikin artikel tutorial, saya kini spesialis artikel tentang pria dewasa, pernikahan dan rumah tangga..karena itu berdasarkan pengalaman juga sih hehe makasih mas

    • Hanif I. Mahaldi says:

      hehe, saya juga sering datang mas ke blognya mas, pengalaman itu juga tutorial, yg bahkan mas lakukan sendiri dengan perjalanan hidup. itu lebih baik jauh daripada tutorial sederhana kok. :)

  13. Ijal Fauzi says:

    Saya setuju sekali dengan artikel ini mas, mungkin masalah copy-paste sudah bukan hal yang asing lagi, khususnya di Indonesia. Tetapi, sebuah blog baru bisa dikatakan “berguna” jika sudah bisa memberikan manfaat bagi pembacanya, baik secara langsung ataupun tidak. Misalkan memang hasil copy-paste, itu tidak masalah menurut saya, asalkan menghormati si empunya artikel aslinya.

    Soal admin blog yang jarang bahkan tidak pernah merespon pertanyaan yang diajukan para pembaca, itu bukan hal yang jarang, blog tutorial yang sudah terkenalpun banyak yang seperti itu, mungkin karena sibuk kali ya ^.^ hihihi

    • Hanif I. Mahaldi says:

      copy paste, meniru, itu memang bias, toh kita semua meniru, tapi alangkah baiknya meniru dengan eksplorasi sendiri, sekalian belajar mas, sekalian siapa tahu ada ide menarik keluar dari situ. hehe.

  14. arif says:

    yg tanya jawab terkadang saya lupakan :oops:

  15. Randeezt says:

    Tutorial lebih mudah dipahami dengan gambar kan mas…

  16. andank says:

    harus sedetail-detailnya ya mas :D saya harus belajar nih

  17. Dery says:

    yuup, benar sekali.. dengan menaruh gambar / visual pendukung, pastinya lebih mudah dalam penerapannya.. coba banyangkan kalo orang awam yang masih asing dengan apa yang ada di tutorial tersebut, misalnya, “buka tema yang anda gunakan pada file manager di cpanel, lalu klik add new file”. See? :D sepertinya lebih mudah step by step dengan screenshot..

    • Hanif I. Mahaldi says:

      hehe, setuju, untuk urusan tutorial yang butuh gambar, tentu harus ada gambar, yang tidak perlu ya tidak juga gak masalah kok. :)

  18. Faisal says:

    Setuju sama poin-poin di atas mas. Yang biasanya saya lakukan sebelum menulis artikel tentang tutorial ya saya coba praktekan sendiri dulu baru setelah saya praktekan saya tulis. Juga saya berikan apa saja manfaat dari penerapan tutorial tersebut.

    Yang terpenting memang adalah menulis tutorial yang sudah kita coba dulu sebelumnya.

    • Hanif I. Mahaldi says:

      setuju, dan begitulah seharusnya mas. artikel tutorial tidak bisa jika tidak digunakan sendiri sebelumnya. Entah benar tidaknya, salah tidaknya, yang penting dikerjakan sendiri dulu.

  19. amdhas says:

    Klo saya gimana ya?
    banyak tutorial cuma di forum blogazine. Klo di blog jarang. Itu karena ilmu saya yang terbatas, pun klo ada di forum saya mengatakan hanya sharing untuk di diskusikan.

    Klo sudah di pasang di blog berarti saya sudah berani bertanggung jawab. But saya mengakuinya Ilmu saya masih sangatlah terbatas.

    • Hanif I. Mahaldi says:

      gak papa mas, terbatasnya ilmu itu pasti, yang harus dimiliki, seperti kata mas, adalah rasa tanggung jawab yg ada untuk menjawab pertanyaan2 yg diajukan pembaca.

  20. Darin says:

    Mungkin sekedar tambahan dari saya, story telling! Kemungkinan masih ada kaitannya dengan poin nomor 1.
    Ya, saya lebih suka membaca tutorial yang ditulis secara personal dan ada unsur ceritanya. Jadi ngga kaku. Soalnya saya sering sekali mendapat tutorial yg asyik justru dari blog2 dgn bahasa gaul (cenderung bercanda) tapi hasilnya oke banget :D
    Itu jg menunjukkan bahwa penulisnya sangat welcome, jadi kita nyaman2 saja saat berdiskusi di kotak komentar :)

    • Hanif I. Mahaldi says:

      hehe, yah, tergantung kembali pada pembawaan masing-masing mas darin, mungkin terlewat profesional, jadi blog tutorialnya gak ada humornya sama sekali. haha. kalau saya, suka-suka saya saja deh. hihihi.

  21. Bagus sekali artikel ini, bisa jadi referensi buat Saya :)

  22. iskandaria says:

    Wah, kebetulan saya juga sedikit menyinggung masalah tutorial di postingan terbaru saya mas. Ulasan mas Hanif di atas cukup sejalan dengan pendapat saya tentang bagaimana sebaiknya kita mengemas/menyajikan postingan tutorial. Saya sendiri berusaha tetap berpegang pada struktur umum sebuah tulisan, di mana ada pendahuluan/pengantar, isi, dan penutup. Itu sudah menjadi pakem bagi saya dalam menulis di blog.

    Kalau melihat poin-poin di atas, sepertinya sudah saya penuhi, walaupun untuk poin 4, terkadang saya tidak mengakhiri postingan dengan saran bertanya jika ada yang kurang jelas (terutama jika menurut saya tidak terlalu sulit diikuti). Oya, kalau ada yang seadanya atau langsung ke pokok permasalahan ketika nulis tutorial, mungkin dia berpendapat bahwa pembacanya sudah agak expert, sehingga dia cukup langsung ke poin-poijn utama (padahal bisa jadi banyak pembacanya masih tergolong awam/pemula di topik tutorial tersebut).

    Saya sendiri kurang suka dengan tutorial cepat saji begitu. Tak jarang malah nggak jelas dalam penyampaian tutornya :)

    • Hanif I. Mahaldi says:

      hehe, begitulah mas, saya termasuk korban di jaman blog masih blogspot dulu, gara2 pengen belajar coding, eh, malah sajiannya kilat tutorialnya, pas ditanya ini itu, gak dijawab, padahal yg nanya cuma saya seorang. alamat deh blospost coding aja gak paham-paham. hehe.

  23. Johan says:

    biasanya sih emang udah dipraktekin dan bukan dari comot punya orang lain, tapi gak yakin kalo tutorial yang pernah saya bikin enak buat dibaca :p

    • Hanif I. Mahaldi says:

      hehe, butuh belajar kok buat tutorial yg bagus itu kayak apa. soalnya gak semua instan langsung bisa. :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>